Selasa, 06 September 2011

TIPS DAN TRIK SIDANG SKRIPSI

Presentasi adalah penyajian informasi dengan menggunakan makalah yang telah dipersiapkan, kepada para pendengar. Dengan melakukan presentasi maka para audience akan mengerti dan semakin jelas apa yang akan penulis utarakan.

Kemampuan seseorang melakukan presentasi adalah sangat penting. Ustadz, Mubaligh, Praktisi Periklanan, Humas, Pimpinan, Trainer, HRD, Marketing, Sales, Dosen, Mahasiswa dan siapapun adalah termasuk dalam kategori ini. Bagi mahasiswa penyampaian materi presentasi pada saat sidang akhir adalah sangat penting sekali dan bisa sangat menentukan kelanjutannya, apakah ia dapat lulus atau tidak. Ini jelas berbeda dengan materi presentasi seminar yang relatif lebih popoler. Materi presentasi ujian bagi siswa ini berbeda. Mengapa ? Karena topik yang dibahas telah dikonsultasikan lebih dahulu dengan dosen pembimbing dan temanya sudah tertentu, selain itu waktu penyajiannya terbatas maka untuk mempresentasikan memerlukan strategi khusus.

Berikut adalah berbagai tips yang berasal dari pengalaman penulis dan dari berbagai sumber sebelum penulis melakukan presentasi di depan para penguji :

1. Berdoa, membaca Bismillah sebelum melakukan presentasi. Ini wajib dilakukan oleh presenter. Yakinlah apa yang penulis lakukan adalah dengan niat baik, niat karena Allah SWT. Jangan niat yang lain-lain, niatlah karena penulis ingin segera lulus karena Allah SWT, segera mengamalkan ilmu penulis sesegera mungkin, semua itu karena Allah.

2. Buatlah materi presentasi setelah makalah itu selesai.

Ini penting karena umumnya dosen penguji telah memegang dan membaca makalah tersebut. Jadi yang dievaluasi adalah makalah tersebut, sedangkan materi presentasi adalah alat bantu untuk memahami makalah tersebut dengan baik.

3. Materi presentasi jangan sama dengan Makalah penguji.

Materi jangan disamakan, jangan dicopy paste. Ini menunjukkan penulis tidak kreatif, tidak profesional, tidak pro aktif mencari bahan lain dan monoton, tidak menarik. Buatlah materi presentasi sebagai ringkasan dan pelengkap baru dari makalah yang dipegang oleh penguji. Buatlah tampilan menarik agar orang lain tertarik memperhatikan apa yang penulis presentasikan

4. Makalah tidak harus ’sempurna’ dulu

Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Begitu pula dengan makalah Anda, jangan sampai menunggu sempurna, tapi langsung saja gunakan bila sekiranya sudah cukup baik. Sempurna menurut pandangan penulis, mungkin belum tentu buat orang lain, belum tentu buat rekan penulis apalagi di mata dosen.

Bila Anda cukup puas dengan dengan makalah Anda, sudah cukup jangan dibagus-bagusin lagi. Nanti habis waktu. Ingat bahwa presentasi adalah salah satu alat agar para penguji lebih memahami apa yang penulis sampaikan. Alat yang lain, masih ada misalnya makalah, suara penulis, ringkasan penelitian dan lain-lain.

Pastikan terlebih dahulu bahwa telah membaca ulang materi yang anda tulis, dan meyakini bahwa apa yang penulis tulis adalah menarik dan tidak membosankan. Dengan membaca ulang materi yang akan penulis sajikan maka akan memahami dengan benar isi materi, dan ini sangat berguna saat ditanya oleh penguji atau pembimbing penelitian. Bacalah ulang, pahami kemudian garis bawahi atau berikan stabilo untuk hal-hal yang penting. Ini akan menimbulkan menimbulkan perasaan PD (percaya diri). Ini adalah unsur paling penting dan modal utama untuk maju presentasi. Tanpa muncul perasaan PD terhadap materi presentasi yang akan anda bawakan, maka pikir dua atau tiga kali dulu untuk maju.

5. Gunakan Microsoft Power Point sebagai alat presentasi visual.

Media untuk menampilkan memegan peran sangat penting, apakah penulis akan memakai plastik transparansi atau audio-visual dengan komputer dan in-focus (projector). Untuk saat ini sebaiknya jangan menggunakan plastik transparansi, karena sudah tidak relevan lagi, dan jangan berlebihan presentasi dengan menggunakan program animasi misalnya dengan menggunakan program Flash, atau animasi semacamnya karena kelihatan akan berlebihan mengganggu.

6. Gunakan font tulisan dan ukuran yang tepat

Font dan ukuran adalah dua hal penting yang perlu diperhatikan. Pemilihan font dan ukuran yang salah maka otomatis presentasi anda akan tidak efektif. Tidak membantu bahkan menyulitkan / mengganggu presentasi anda. Selama ini hanya ada dua font yang sering dipakai, baik pada bahasa tulis maupun presentasi, yaitu font TIMES NEW ROMAN dan ARIAL. Itu font yang bagus, arial cocok untuk judul, kalimat / kata-kata pendek yang perlu perhatian (tampak jelas dari jauh), sedangkan TNR cocok untuk kalimat panjang karena mudah dan nyaman serta tidak melelahkan. Ukuran yang digunakan biasanya adalah minimal 18 point sampai dengan , maksimal 30 point.

7. Paragraf atau kalimat.

Pastikan untuk presentasi gunakan paragraf yang pendek-pendek, jangan terlalu panjang, yang penting-penting saja yang ditampilkan. Dalam presentasi maka keberadaan presenter di sana adalah perlu. Bila ada yang kurang jelas sedikit maka penulis (presenter) bisa menjelaskan secara lisan. Bahkan kalau perlu, tampilkan kata-kata yang membuat orang tergelitik untuk mengajukan pertanyaan. Ini merupakan trik agar ada interaksi dengan audiens (penguji bahkan). Ingat jika penguji (audiens) bertanya (tentang hal-hal yang memang telah sengaja disiapkan) dan ternyata bisa dijawab secara tuntas maka image positip ke anda akan lebih baik. Ingatlah jangan memberikan semua keterangan di presentasi. Simpan dan sembunyikan kalimat atau jawaban pamungkas. Kalimat ini sengaja di pancing untuk ditanya, tapi penulis sudah siap untuk menjawabnya dengan baik dan benar. Dengan kata lain : Bila ditanya A, jawablah dengan ringkas dan ditambahkan sedikit. Jangan memberikan jawaban terlau ringkas dan kaku atau jangan memberikan jawaban yang panjang dan berbelit

8. Tampilan dan warna atau gambar latar belakang

Hati-hati dalam hal ini. Gambar-gambar latar belakang yang berlebihan atau ramai sebaiknya dihindari. Hal ini dapat bukannya membantu malah mengganggu. Sebaiknya tampilkan hanya gambar-gambar dan kata-kata yang mendukung ide penelitian.

9. Ingat nama dan sebutkan semua gelar

Ini juga penting. Orang itu berbeda karena ia mempunyai nama, dan setiap nama adalah unik. Oleh sebab itu saat pembukaan sebutlah nama moderator, dosen pembimbing dan penguji lengkap dengan gelarnya. Salah satu yang dibanggakan oleh dosen adalah gelar yang banyak, dan bila perlu sebutkan haji bila ia pernah naik haji, Hajjah kalau ia seorang Hajjah. Dengan demikian ada kesan akrab, friendly, sudah terkenal, dan dihormati. Ini sangat penting untuk diketahui dan dihafalkan. Oleh sebab itu tanyalah pada bagian TU atau Panitya ujian, dan hafalkan lebih dahulu nama dosen penguji, lengkap dengan gelarnya. Dosen senang nama dan gelarnya diingat dan disebutkan lengkap, dan ini merupakan pendahuluan yang sangat bagus, sebelum memulai sidang.

10. Sederhana is the best.

Buatlah presentasi yang sederhana seperti tampilan di Google. Jangan terlalu banyak animasi dalam tampilan. Pilihlah warna yang kontras, sehingga materi mudah dipahami. Jangan terlalu banyak warna. Gunakan hanya warna utama dasar yaitu hitam, biru tua, merah tua dan hijau tua untuk teks latar depan, sedangkan warna kalem kuning, biru muda dan warna-warna muda hanya untuk latar belakang yang perlu perhatian.

11. Isi, urutan presentasi.

Materi yang dipresentasikan juga dapat digunakan sebagai timer agar presentasinya tepat waktu. Dalam hal isi maka kelihatannya tidak jauh berbeda dengan penulisan makalah tulis, yaitu mulai dengan : 1. Pendahuluan, 2. Isi yang akan disampaikan, 3. Kesimpulan

12. Siapkan untuk hal-hal yang tak terduga.

Siapkan untuk hal yang mendadak seperti kertas buram yang berisi contekan rumus-rumus dan sebagainya. Ini diperlukan bila tiba-tiba penguji menanyakan hal-hal yang sulit kita hafal, misalnya bagaimana mencari nilai a dari rumus regresi ? Selain itu jangan lupa bawa data cadangan untuk jaga-jaga, misalnya pakai 2 USB-flashdrive dan gunakan CD cadangan, yang semuanya berisi artikel, skripsi, makalah yang akan kita sampaikan. Jika tempatnya presentasi belum pasti, usahakan bawa laptop sendiri. Kesiapan materi ini penting, jangan sampai anda ditempat presentasi ternyata ada masalah. Keringat dingin keluar, panik akhirnya percaya diri yang sudah disiapkan jauh-jauh jadi hilang. Bayangkan anda di depan, sudah ditunggu oleh para hadirin (penguji atau pendengar) dan tidak ada masalah dengan teknologi yang dibawa.

Sebelum dimulai sebaiknya dilakukan uji coba LCD in-focus yang akan digunakan. Apakah sudah berjalan baik atau belum. Bila ada masalah cobalah minta bantuan teknisi. Pastika peralatan laptop, atau netbook, Infokus, layar file dan software pendukung telah ada dan dapat digunakan dengan baik. Selain itu adalah dengan memeriksa ruangan sebelum ujian, dan datanglah lebih awal, misalnya 1 jam sebelumnya dan pastikan semua peralatan pendukung siap. Usahakan membawa teman untuk saling membantu bila ada hal-hal yang mendesak.

13. Tampilan diri.

Pakailah sesuatu yang baru, misalnya pakaian baru. Ya pakaian baru, kaos kaki baru dan sepatu baru. Kalau perlu semuanya baru, baru dibeli dari atas ke bawah, itupun kalau cukup dananya. Tapi kalo tak cukup, maka minimal belilah kaos kaki yang baru. Masa mau korban 5000 – 10000 rupiah tak bisa untuk persiapan presentasi penting. Mengapa harus ada sesuatu yang baru ? Ya sebab kalau baru hal ini dapat menimbulkan semangat.

Namun sekali lagi, bila tak cukup dana, maka minimal pakailah pakaian bersih, formal dan wangi. Ini menimbulkan kesan PD bersemangat, sehat, rapi dan sopan. Pakailah pakaian yang membuat percaya diri, jadilah diri anda sendiri. Dari pengalaman menunjukkan bahwa pakaian yang netral untuk presentasi adalah baju lengan panjang polos (Bisa gelap atau putih) dan dasi. Kalau mau bisa juga pakai jas sedangkan pakaian batik tidak disarankan, apalagi yang lengan pendek. Pastikan rambut, kumis dan jenggot dicukur rapi, intinya jangan menimbulkan kesan tidak baik.

14. Kenali medan tempur

Sebelum Anda bertempur, maka kenali dulu keadaan sekeliling. Dari segi fisik carilah lokasi ruangan yang akan digunakan untuk sidang/ presentasi. Kalo bisa coba peralatan yang ada semisal proyektor / in focus, mic, komputer dan skalr dan kabel-kabel. Pastikan semuanya berfungsi dengan baik. Lihat pula perkiraan tempat duduk moderator, pembimbing dan penguji.

Kata Renald Khasali dalam bukunya Teknik presentasi, bila kita akan melakukan presentasi / ceramah maka : ”periksalah kedalaman sungai ”. Maksudnya tidak ada salahnya mengetahui latar belakang penguji : apakah ia dari Prof, Dr, Magister atau Sarjana S1 ? Apakah ia dosen statistik, manajemen, akuntansi, sosial atau teknik (sesuai dengan fak penulis) ? Apakah ia dosen dari penguji dari luar kampus ? Apa yang biasa ia tanyakan dalam ujian sidang ? Jangan lupa untuk menghafal / menulis untuk dibaca nama mereka dan titel mereka secara lengkap.

15. Jangan gugup saat menjawab

Sewaktu tanya jawab, jangan gugup. Wajah jangan tegang. Dosen akan menanyakan apa yang Anda tulis di buku skripsi Anda. Mengapa ini begini, mengapa ini begitu. Jawablah semua pertanyaan dengan jawaban (maksudnya, jangan diam). Jangan bilang gak tahu juga. Jelaskan saja apa yang Anda tahu dan mengapa Anda menulis demikian. Kalau Anda terbukti salah, jangan langsung bilang, “ya saya salah”. Cobalah jelaskan sebisanya mengapa Anda berkesimpulan seperti itu. Tapi jangan ngotot benar juga kalau memang salah. Katakan saja hal ini akan direvisi nanti. Terima kasih atas masukannya (setelah sidang, apabila lulus, tetap akan ada revisi buku skripsi).

Ketika tanya jawab, jawaban Anda juga tidak boleh ngambang. Semuanya harus berdasar ada argumennya. Semua yang Anda tulis di buku skripsi harus berdasar semua. Kalau Anda menulis suatu statement, berikanlah referensi bahwa statement tersebut diambil dari buku ini halaman segini. Kalau berdasar pada pendapat pribadi Anda, tuliskanlah hasil penelitian Anda, mengapa Anda bisa berpendapat demikian. Sehingga kalau ditanya dosen, Anda bisa jawab, statement Anda diambil dari buku ini halaman segini. Atau Anda bisa bilang, “Bapak bisa buka buku skripsi saya halaman 345, di situ ada penelitian saya yang hasilnya demikian demikian blablabla”. Penguji paling senang kalau semua jawaban Anda rujukan dan argumennya.

16. Hipnose diri (optional).

Jika semuanya sudah siap, tetapi masih saja kurang PD. Maka tentu saja presenter harus cari sesuatu yang dapat menjadi pegangan bahwa presenter mampu. Misalnya saya adalah lulusan institusi ternama, jadi mestinya bisa, bisa dan bisa percaya diri. Hipnose diri yang paling manjur adalah presenter sendirilah yang melakukan penelitian. Anda dapat menghipnose sendiri sbb : yang hadir boleh aja Profesor atau Doktor dari luar tapi khan saya yang melakukan penelitian, bukan dia. Saya lebih tahu dapur penelitian saya dibanding mereka. Dan ternyata cukup ampuh, sampai sekarang. Apalagi jika presentasi-presentasi sebelumnya juga lancar. Ya, seperti pepatah, adalah bisa karena biasa, orang pintar tambah pintar, jadi sekali presentasi lancar maka berikutnya, insya Allah semakin mudah.

17. Bila telah selesai, ucapkan terima kasih kepada para moderator dan penguji.

Contohnya seperti ini. “Demikian skripsi / thesis ini kami sampaikan. Terima kasih banyak kepada dewan penguji dan moderator dapat datang untuk menguji dan memberi masukan kepada saya. Semoga apa yang telah saya sampaikan dan masukan-masukan dari dewan penguji dapat bermanfaat saya dan masyarakat akademik dan umum. Demikian saya sampaiakan. terima kasih banyak. Wassalamualaikum WW”. Lalu keluarlah, jangan lupa tersenyum ikhlas dan harapan dan bersalaman dengan hangat kepada para penguji dan moderator. Lalu jangan lupa berdoa, semoga ujian dapat lulus dengan nilai baik. Amiien. (AGW)

TATA CARA PRESENTASI

Setelah mengikuti proses panjang, mulai dari mencari ide penelitian, membuat riset proposal, membuat skripsi, sampai pada saat para pembimbing membubuhkan tanda tangan sebagai tanda setuju bahwa skripsi layak uji, tibalah saatnya mahasiswa maju dalam ujian skripsi untuk mempertahankan apa yang dibuat dalam skripsinya. Pengalaman penulis menjadi pembimbing maupun penguji menunjukkan masih ada saja keluhan mahasiwa mengenai ketidakmampuan mereka berbicara mempertahankan pendapat dan menjawab segala pertanyaan penguji di depan umum. Suasana perasaan mahasiswa yang tegang akan beresiko gagal dalam ujiannya, oleh karenanya pengalaman-pengalaman berbicara di depan umum menjadi hal penting dialami mahasiswa selama mengikuti kuliah.

Pada bagian ini akan dijelaskan ringkasan bagaimana cara presentasi yang baik khusus dalam sidang skripsi serta kisi-kisi yang mempunyai bobot tinggi untuk dinilai oleh tim penguji.

TEKNIK PRESENTASI

Biasanya, mahasiswa diberi waktu selama waktu tertentu untuk mempresentasikan isi skripsinya di hadapan dewan penguji dan hadirin yang lain ; pada umumnya mereka adalah mahasiswa-mahasiswa tingkat akhir ( jika ujian memakai sistem terbuka ). Setelah itu, dilanjutkan dengan tanya jawab antara penguji dengan mahasiswa. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kedua tahapan sidang itu adalah :

  1. Datang lebih awal, siapkan materi/bahan presentasi dan peralatannya.
  2. Materi yang akan disampaikan lewat alat peraga ditulis dengan jelas, singkat dan menarik.
  3. Dapatkan simpati dari dewan penguji dan hadirin, ceritakan isi skripsi/tesis yang penting-penting saja secara global dan beraturan disesuaikan dengan jatah waktu yang diberikan.
  4. Usahakan untuk tidak membaca, menulis, bicara terlalu cepat atau terlalu lambat, bicara terlalu keras atau terlalu pelan, juga pembawaan yang monoton.
  5. Penampilan yang menarik, menatap dewan penguji, perilaku dan sopan santun, harus terus dijaga.
  6. Menjawab pertanyaan penguji, ini tergantung pada jenis pertanyaannya, ada yang meminta jawaban yang sistematis, yang singkat dan tepat, sampai pada pembuktian-pembuktian yang harus ditulis di papan tulis. Yang penting jangan menjawab kalau tidak tahu jawaban yang benar karena dapat saja pertanyaan-pertanyaan dilanjutkan berdasarkan jawaban yang salah itu. Mengenai kemampuan menguasai materi akan terlihat dalam proses tanya jawab, hal ini perlu diketahui oleh mahasiswa yang mencoba-coba berusaha membuat skripsi dengan menyontek.
  7. Setelah tanya-jawab selesai, biasanya tim penguji diberi waktu untuk memberikan nilai, mahasiswa diminta keluar sidang.

7 komentar:

  1. thanks :)sangat bermanfaat sekali artikel ini. 1 Agustus 2012 ini saya mau sidang untuk mendapatkan gelar Sarjana Sastra saya. Semoga saya bisa mengaplikasikan isi artikel ini dan mendapatkan nilai A. Amiin

    BalasHapus
  2. Keren artikelnya... besok saya mau pendadaran skripsi nih. Moga2 lancar.

    BalasHapus
  3. artikelnya sangat membantu saya dalam sidang pada awal agustus nanti...
    mudah2n dengan membaca artikel ini...skripsi saya lancar dan bisa lulus..amiin ya allah

    BalasHapus
  4. terimakasih artikel sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  5. terima kasih....
    artikelnya sangat bermamfaat..... :)

    BalasHapus
  6. artikelnya sangat bermanfaat bgt buat saya...thanks...

    BalasHapus
  7. Artikel yg sangat bermanfaat untuk saya....
    Thank You.
    God bless...

    BalasHapus